Sejarah Klieng Mayang



Gampong Kling Manyang Merupakan salah Satu Gampong yang berada dalam Kemukiman Aneuk Batee kecamatan sukamakmur kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh yang terletak disebelah Utara pusat kecamatan, Gampong Kling Manyang merupakan Gampong yang memiliki areal Persawahan dan perkebunan yang sangat potensial dan strategis mudah dijangkau dan subur namun sebagian kecil dari lahan persawahan tidak dapat di manfaatkan sepanjang tahun oleh masyarakat di karenakan penyediaan air untuk persawahan tidak mencukupi, hal ini disebakan oleh saluran irigasi yang belum terbangun secara menyeluruh di areal persawahan dan juga pasokan air dari aliran saluran utama Krueng Jreu tidak dapat di akses, selama ini warga mengandalkan persediaan air dari sumur bor dan hujan, untuk sector Perkebunan masyarakat masih mengandalkan tanaman keras seperti kelapa, mangga dan rambutan yang di tanam secara tradisional dalam jumlah yang sedikit dan tidak secara merata dan teratur dalam kebun kebun yang terpisah pisah.

Banyak hal yang membuat kawasan ini menjadi ramai, Salah satunya adalah pedagang didaerah pesisir yang berkembang, Sehingga para pedangang yang masuk ke Gampong Kling Manyang rata akan menetap disana. Begitulah kondisi perkampungan pesisir pada jaman tempo dulu digambarkan dalam sebuah catatan. Banyak Gampong dengan berbagai  ras dan komunitas salah satunya adalah Gampong Kling Manyang, asal muasal penduduk Gampong Kling Manyang berasal dari keturunan Arab dan India.

Gampong ini awalnya hanya dihuni oleh sekitar 50 keluarga, dengan rumah panggung dan rumah Aceh beratap Rumbia menjadi tempat tinggalnya, akan tetapi waktu terus berjalan dan zaman merubahnya. Gampong Kling Manyang terdiri dari empat dusun yang nama-namanya diambil dari nama tokoh dan Ulama dari Gampong Kling Manyang. Dusun Pertama adalah Teungku Chik Lampoh Raya, beliau adalah seorang tokoh yang dikenal dengan Kekayaan dan juga sangat Dermawan. Kedua adalah Dusun Tgk. Ja Teutap yang juga ulama yang dikenal oleh masyarakat disini juga masyarakat luar umumnya. Dan Dusun Ketiga Disebut Dusun Mon Sigara, yang dikenal sebagai Ulama Mesir yang pertama kali mendirikan Pesantren di Gampong Kling Manyang. Dan yang ke empat adalah Dusun Tgk. Ramaitia, Beliau seorang ulama yang dikenal dengan Kharismatiknya.

Kondisi Gampong Kling Manyang yang dataran rendah yang cukup subur menjadikan banyak penduduk Gampong ini bekerja sebagai petani dan pedagang. Tiap hari mereka bekerja disawah dan kebun begitulah perumpamaannya. Gampong ini mengalami perubahan kondisi social begitu cepat. Tahun 1970n-1980 masih dapat kita temukan rumah beratap rumbia dan perubahan kedua terjadi sekitar tahun 1985 -1990 didapati dengan rumah semi pemanen dan pada akhir tahun 1990 keatas terjadi perubahan sekian kalinya perumahan dibangun telah mengikuti model rumah pada umumnya yaitu rumah Beton. Dengan sedikit menyisakan beberapa tiang kayu disetiap rumah, dengan ciri khasnya yaitu setiap rumah mempunyai beranda atau serambi.





Klieng Mayang

Alamat
Jl. Aneuk Batee - Klieng Mayang , 23361
Phone
Telp. 0
Email
[email protected]
Website
kliengmayang.sigapaceh.id

Kontak Kami

Silahkan Kirim Tanggapan Anda Mengenai Website ini atau Sistem Kami Saat Ini.

Total Pengunjung

27.379